Jacksen F Tiago Harap Stadion 17 Mei Disakralkan

Pelatih Kepala PS Barito Putera, Jacksen Ferreira Tiago, berharap Stadion 17 Mei bisa dijadikan semacam tempat sakral bagi para pesepakbola usia muda yang ingin menjadi pesepakbola profesional lewat klub Barito Putera.Harapan itu dilontarkan Jacksen saat berlangsung silaturahmi antara manajemen dan ofisial klub Barito Putera dengan jajaran Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP) di Banjarmasin, Kamis (23/3/2017).”Anak-anak muda yang ingin jadi pemain Barito Putera harus menempatkan mimpi bisa menjejakkan kaki di rumput Stadion 17 Mei di tempat tertinggi,” kata Jacksen, sambil menyontohkan bagaimana pesepakbola muda di Brasil sangat menyakralkan Stadion Jornalista Mario Filho.Jacksen lantas mengisahkan masa lalunya saat mengawali karier sebagai pesepakbola. Bagi para pesepakbola di Negeri Samba, bisa bermain di Stadion Jornalista Mario Filho atau yang lebih dikenal sebagai Stadion Maracana, Rio de Janeiro bagaikan meraih impian. Pasalnya, tidak sembarangan laga bisa dihelat di stadion terbesar di kawasan Amerika Latin tersebut.”Menurut saya ini sangat penting ditumbuhkan sejak dini. Supaya para pemain itu selalu bermain dengan penuh semangat kebanggaan setiap tampil membela Barito Putera. Mereka tidak bisa sembarang waktu bermain di rumput 17 Mei, perlu kerja keras dan perjuangan berat untuk mewujudkannya,” imbuhnya.Karena itulah, Jacksen menyarankan SOBP tak menjadikan Stadion 17 Mei sebagai tempat melatih peserta didiknya. Didampingi para asistennya, Jacksen saat itu juga menegaskan kesiapannya untuk mendukung kegiatan SOBP. Wujudnya antara lain ikut terjun langsung sebagai pengajar, jadi partner diskusi para staf pengajar SOBP, serta mengajak para pemain Barito Putera minimal sebulan sekali menjenguk kegiatan latihan peserta didik SOBP. Sebelumnya, Kepala SOBP Soma Ariyaka menjelaskan SOBP baru terbentuk pada 2016 lalu. Sama halnya dengan PS Barito Putera, lembaga ini bernaung di bawah PT. Putera Barito Berbakti (PBB) Pada tahap awal, mereka mencoba fokus ke sepakbola dengan membentuk sekolah sepakbola (SSB).SOBP membagi siswa ke dalam tiga kelas, yakni kelas A usia 5-8 tahun, kelas B 9-12 tahun dan kelas C 13-16 tahun. SOBP saat ini punya 21 pengajar yang dua kali dalam sepekan melatih 150-an peserta didik. Mereka notabene sekolah sepakbola, namun tidak mengharuskan peserta didik jadi pesepakbola profesional.Kendati begitu, ke depannya SOBP punya keinginan dan cita-cita bisa berkembang menjadi akademi sepakbola.”Kontribusinya tidak hanya ke Barito Putera, tapi mudah-mudahan juga nasional atau bahkan internasional,” harap Soma Ariyaka.Gagasan SOBP itu disambut positif oleh Asisten Manajer Barito Putera, Syarifudin Ardasa. Menurut Ardasa, dengan segera digulirkannya kompetisi usia 15 tahun (U-15) dan U-17 oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), pemikiran untuk membentuk akademi sepakbola patut didukung semua pihak.”Klub-klub yang ikut kompetisi nantinya tak perlu pusing-pusing lagi mencari pemain muda berkualitas,” ucap Ardasa.

mulberryhandbag2015-uk.com data pengeluaran togel Sumber: Inilah.com