Gugatan Prabowo Ambigu

Rimanews – Memohon gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan setumpuk dokumen yang sangat tebal, tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) disentil majelis hakim karena sering menggunakan istilah yang terkesan ambigu, berlebihan dan maknanya kurang spesifik. Istilah-istilah tersebut adalah kecurangan terstruktur, struktural, dan masif. Baca Juga Putusan MK Kuatkan Argumentasi Amnesti Pajak Anas Urbaningrum imbau kader Demokrat gabung Hanura Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Hakim yang meminta pihak pemohon menjelaskan secara gamblang yang dimaksud kecuranan terstruktur, struktural, dan masif tersebut ialah Patrialis Akbar, mantan menteri hukum dan HAM kabinet gotong royong era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Patrialis menyatakan hal itu setelah kuasa hukum Prabowo-Hatta selesai membacakan materi gugatan mereka. Jika tidak diterangkan secara gamblang, dikhawatirkan yang mereka maksudkan tidak bisa masuk dalam dalil gugatan. Pihak tim Prabowo-Hatta sendiri terkesan menggembar-gemborkan ketiga istilah itu untuk mengkritik Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) yang mereka nilai melakukan kecurangan atau sengaja membiarkan kecurangan terjadi dalam pemilihan presiden 9 Juli lalu. Selain itu, kecurangan KPU yang dituduhkan oleh kubu Prabowo-Hatta juga terjadi pada proses rekapitulasi berjenjang di lembaga resmi negara penyelenggara pemilu tersebut. Atas koreksi dan saran dari majelis hakim untuk meperjelas kecurangan terstruktur, struktural dan masif tersebut, tim hukum Prabowo-Hatta mengaku akan memperbaikinya. “Besok akan kami perbaiki beserta saran-sarannya,” kata Maqdir Ismail, anggota tim kuasa hukum Prabowo-Hatta. Tim Prabowo-Hatta punya waktu hingga pukul 12:00 WIB esok untuk menyerahkan perbaikan gugatan ke MK. Sidang kedua perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) MK akan diselenggarakan Jumat (8/8) mendatang. Tim Prabowo-Hatta mengajukan gugatan ke MK terhadap keputusan KPU Nomor 535/KPTS/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umim Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. Perolehan suara Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang dinyatakan oleh KPU unggul sekitar 8 juta dibanding suara rivalnya ditolak oleh Prabowo dengan menunjukkan hasil penghitungan tandingan yang menyebutkan Prabowo-Hatta meraup 67.139.153 suara dan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat 66.435.124 suara. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Prabowo-Hatta , patrialis akbar , MK , Maqdir Ismail , sidang PHPU , politik , Nasional

Sumber: RimaNews